Beberapa Jenis Suntik yang Tidak Membatalkan Puasa

Posted on August 9, 2012 By

 

Ada beberapa jenis suntikan yang dikenal saat ini:

  1. Suntikan di kulit, contohnya suntik insulin untuk penderita diabete.
  2. Suntikan di otot, contohnya suntik vaksin, bius, penurun panas, suntikan alergi yang berfungsi untuk menambah daya tahan tubuh pasien terhadap bibit alergi.
  3. Suntikan di pembuluh darah, merupakan suntik yang paling banyak dilakukan. Pembuluh darah merupakan jalur yang paling baik untuk memasukkan dosis yang ditentukan, seperti nutrisi atau obat-obatan, dan merupakan cara yang efektif dan cepat untuk menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Suntikan di pembuluh darah ada dua jenis :

1. Suntikan nutrisi, ini akan kita bahas pada tulisan bagian kedua, insyallah.

2. Suntikan obat yang bukan sebagai nutrisi, contoh suntikan di pembuluh darah yang sebagai obat, pewarna khusus yang disuntikkan pada pasien yang ingin melakukan sinar-x dan MRI.

Adapun tentang pengaruh ketiga jenis suntikan di atas terhadap puasa maka sesungguhnya suntikan tersebut bukanlah nutrisi, maka tidak membatalkan puasa,  karena itu bukanlah makanan dan minuman juga tidak yang semakna dengan keduanya dan juga tidak masuk melalui saluran makanan. Pada dasarnya sah puasa hingga dipastikan ada yang membatalkannya sesuai dalil syar’i.

Penyuntikan obat walaupun kadang dicampur dengan larutan garam dalam jumlah yang cukup besar ia tidak membatalkan puasa, karena tidak masuk ke tubuh melalui kerongkongan dan tidak sebagai makanan dan minuman.  Dan larutan garam saja tidak cukup untuk memberikan kehidupan bagi pasien dalam waktu yang lama.  Pada dasarnya sah puasa hingga ada dalil yang menjelaskan batalnya.

Adapun menyuntikkan glukogen juga tidak membatalkan puasa. Sesungguhnya untuk meningkatkan jumlah glukosa di darah bukanlah dengan masukkan ke tubuh makanan yang berubah menjadi gula, tetapi dengan  merangsang tubuh untuk melakukan proses menghasilkan gula akibat pengaruh suntik glukogen tersebut.

Telah di sahkan dalam pada keputusan Majma’ Al Fiqih Al Islami (divisi OKI) dalam rapat tahunan yang ke-sepuluh no.93 yang menyebutkan hal-hal yang tidak membatalkan puasa: (8. Menyuntikkan obat di kulit atau otot atau pembuluh darah, yang bukan cairan dan nutrisi.)

Disarikan dari : Ahkamun Nawazil Fish Shiyaam (Dr Muhammad Al Madhaghi)

Puasa